by FauziTIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Matriks adalah jajaran bilangan real berbentuk persegi panjang. Bilangan real yang terdapat dalam jajaran itu disebut unsur matriks.
Kesamaan matriks: Dua matriks A dan B sama (A = B) jika dan hanya jika ukurannya sama dan setiap unsur pada posisi yang sama bernilai sama.
Untuk matriks bujursangkar A = [a_ij] berorde n:
Jika A = [a_ij] dan B = [a_ij] keduanya berukuran m × n, maka:
A + B = [a_ij + b_ij]
Syarat: hanya matriks berukuran sama yang dapat dijumlahkan. Unsur pada posisi tertentu pada hasiljumlah adalah jumlah unsur matriks pertama dan matriks kedua pada posisi yang sama.
Sifat penting:
Perkalian matriks baris A = [a₁ a₂ ... aₖ] dengan matriks kolom B = [b₁ b₂ ... bₖ]ᵀ adalah:
AB = a₁b₁ + a₂b₂ + ... + aₖbₖ
Hasilkali matriks A berukuran m × k dengan matriks B berukuran k × n adalah matriks AB berukuran m × n, di mana unsur pada baris ke-i kolom ke-j adalah:
(AB)_ij = Σ (dari s=1 ke k) a_is × b_sj
Syarat perkalian: banyaknya kolom A harus sama dengan banyaknya baris B.
Sifat penting:
Jika A = [a_ij] matriks dan c bilangan real, maka:
cA = [c · a_ij] — setiap unsur matriks dikalikan dengan skalar c
Operasi biner pada himpunan K yang tak hampa adalah suatu fungsi atau pemetaan (*): K × K → K. Ditulis: a * b. Sifat utama yang harus dipenuhi: sifat tertutup — hasil operasi harus merupakan anggota K.
Catatan: Operasi biner pada himpunan K belum tentu merupakan operasi biner pula pada himpunan bagian A ⊂ K. Sifat tertutup tidak selalu diwariskan ke himpunan bagian. Namun, sifat komutatif, asosiatif, dan distributif selalu diwariskan.
Himpunan G dengan operasi biner (): G × G → G disebut grup terhadap operasi () jika memenuhi:
Grup G yang juga memenuhi sifat komutatif (a * b = b * a untuk semua a, b ∈ G) disebut grup komutatif atau grup Abel.
Sifat Penjumlahan:
Sifat Perkalian:
Sifat Distributif:
Himpunan F dengan dua operasi biner (⊕) dan (⊙) disebut lapangan (field) jika:
Contoh lapangan:
Dalil: Jika A matriks m × n, B matriks n × k, C matriks k × q, maka:
(AB)C = A(BC)
Sifat asosiatif berlaku umum untuk perkalian matriks. Dengan berlakunya sifat ini, baik A(BC) maupun (AB)C dapat dinyatakan sebagai ABC saja.
Dalil:
Dalil: Jika A matriks m × n, c bilangan real, C matriks diagonal m × m dengan unsur diagonal c, dan D matriks diagonal n × n dengan unsur diagonal c, maka:
CA = AD = cA
Khususnya untuk c = 1: I_m · A = A · I_n = A (I = matriks satuan)
Untuk A matriks m × n, B matriks n × k, c dan d bilangan real:
Definisi: Invers matriks bujursangkar A (orde m) adalah matriks bujursangkar A⁻¹ yang memenuhi:
AA⁻¹ = A⁻¹A = I_m
Sifat-sifat invers:
Dalil: Matriks A tak singular jika dan hanya jika det A ≠ 0.
Untuk matriks A = [[a, b], [c, d]], jika det A = ad − bc ≠ 0, maka:
A⁻¹ = (1/(ad − bc)) × [[d, −b], [−c, a]]
Dalil: Jika A dan B matriks tak singular berukuran sama, maka:
(AB)⁻¹ = B⁻¹A⁻¹
Perhatikan urutannya terbalik! Generalisasi: (Aⁿ)⁻¹ = (A⁻¹)ⁿ
Pada bilangan real, ab = 0 dan a ≠ 0 mengakibatkan b = 0. Sifat ini tidak berlaku untuk matriks: terdapat matriks A ≠ O dan B ≠ O sehingga AB = O. Akibatnya, hukum kanselasi P(Q − R) = O dengan P ≠ O tidak menjamin Q = R.
Himpunan semua matriks tak singular berukuran sama membentuk grup terhadap perkalian (asosiatif, punya unsur satuan I, setiap unsur punya invers). Namun grup ini tidak komutatif karena perkalian matriks tidak komutatif.
Definisi: Transpos matriks A = [a_ij] berukuran m × n adalah matriks Aᵀ berukuran n × m yang unsur baris ke-i kolom ke-jnya adalah a_ji. Artinya: baris Aᵀ = kolom A dan sebaliknya.
Sifat-sifat transpos:
Definisi: Matriks yang sama dengan transposnya disebut matriks simetri (A = Aᵀ).
Dalil penting: Jika A matriks m × n, maka:
Bukti: (AAᵀ)ᵀ = (Aᵀ)ᵀAᵀ = AAᵀ, sehingga AAᵀ = (AAᵀ)ᵀ → simetri.
| Konsep | Rumus/Keterangan |
|---|---|
| Unsur matriks | a_ij = unsur baris ke-i, kolom ke-j |
| Penjumlahan | (A + B)_ij = a_ij + b_ij |
| Perkalian | (AB)_ij = Σ a_is · b_sj |
| Perkalian skalar | (cA)_ij = c · a_ij |
| Invers 2×2 | A⁻¹ = (1/(ad−bc)) × [[d,−b],[−c,a]] |
| Transpos | (Aᵀ)_ij = a_ji |
| Invers perkalian | (AB)⁻¹ = B⁻¹A⁻¹ |
| Transpos perkalian | (AB)ᵀ = BᵀAᵀ |
| Singular | det A = 0 |
| Tak singular | det A ≠ 0 |