by FauziTIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
1. Pertukaran Baris (): Menukar posisi baris ke- dengan baris ke- pada suatu matriks. Operasi ini tidak mengubah himpunan jawab sistem persamaan linear.
2. Perkalian Baris dengan Konstanta (, ): Mengalikan seluruh unsur baris ke- dengan konstanta tak nol . Pembatasan diperlukan agar tidak menghilangkan suatu persamaan dari sistem.
3. Penambahan Baris (): Menambahkan baris ke- dengan kali baris ke-, tanpa mengubah baris ke-. Baris ke- diganti dengan hasil penjumlahan tersebut.
4. Tujuan Penggunaan: Ketiga operasi ini digunakan untuk mengubah sistem persamaan linear menjadi sistem baru yang ekuivalen (jawabnya sama) tetapi jauh lebih sederhana untuk diselesaikan.
1. Matriks Eselon (Row Echelon Form): Suatu matriks disebut matriks eselon jika memenuhi syarat:
2. Matriks Eselon Tereduksi (Reduced Row Echelon Form): Matriks eselon yang memenuhi syarat tambahan:
3. Contoh: Matriks eselon menjadi eselon tereduksi setelah menolakkan unsur di atas pivot kedua.
1. Eliminasi Gauss: Proses mengubah matriks menjadi matriks eselon menggunakan operasi baris elementer. Setelah mendapat matriks eselon, jawab diperoleh dengan substitusi mundur (back substitution).
2. Eliminasi Gauss-Jordan: Proses melanjutkan hingga diperoleh matriks eselon tereduksi. Jawab dapat dibaca langsung tanpa substitusi mundur.
3. Pada Matriks Lengkap: Untuk menyelesaikan sistem , lakukan operasi baris elementer pada matriks lengkap . Operasi ini tidak mengubah himpunan jawab sistem persamaan linear, juga tidak mengubah sifat keujudan dan ketunggalannya.
4. Pola Papan Catur (Tanda): Saat menghitung determinan atau kofaktor, tanda unsur mengikuti pola seperti papan catur, yaitu tanda unsur adalah .
1. Definisi: Matriks elementer adalah matriks yang diperoleh dari matriks satuan dengan mengerjakan satu operasi baris elementer. Terdapat tiga jenis matriks elementer sesuai tiga jenis operasi baris elementer.
2. Contoh Matriks Elementer :
1. Teorema Fundamental: Melakukan operasi baris elementer pada matriks ekuivalen dengan mengalikan dari kiri dengan matriks elementer yang sesuai. Misalnya pertukaran pada menghasilkan .
2. Rangkaian Operasi: Serangkaian operasi baris elementer yang dikerjakan pada menghasilkan perkalian berurutan: . Proses eliminasi Gauss-Jordan pada hingga diperoleh matriks eselon tereduksi dapat ditulis .
3. Invers Matriks Elementer: Setiap matriks elementer mempunyai invers yang juga matriks elementer — yaitu matriks dari operasi baris yang membatalkan operasi asal:
4. Akibat: Setiap matriks elementer tak singular karena memiliki invers.
1. Definisi: Matriks ekuivalen baris dengan matriks (ditulis ) jika diperoleh dari melalui serangkaian operasi baris elementer, yaitu dengan merupakan hasil kali matriks-matriks elementer (sehingga tak singular).
2. Teorema Keunikan Eselon Tereduksi: Setiap matriks mempunyai tepat satu matriks eselon tereduksi. Dua matriks ekuivalen baris jika dan hanya jika matriks eselon tereduksinya identik (sama persis).
3. Hubungan dengan Kesingularan: Karena dengan tak singular, maka kesingularan terpreservasi:
1. Faktorisasi: Jika tak singular, maka eliminasi Gauss-Jordan pada menghasilkan , yaitu . Diperoleh , artinya merupakan hasil kali matriks-matriks elementer.
2. Mencari Invers dengan Eliminasi Gauss-Jordan: Lakukan eliminasi Gauss-Jordan pada matriks yang diperluas :
3. Penerapan: Metode ini berlaku untuk matriks bujursangkar berukuran berapapun, dan merupakan alternatif dari rumus (Modul 4). Untuk matriks berukuran besar, metode eliminasi Gauss-Jordan lebih efisien dibanding metode adjoint.