TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Perkalian Titik dan Perkalian Silang
Kegiatan Belajar 1: Perkalian Titik
A. Panjang Vektor
1. Panjang vektor di R2 dan R3
Untuk vektor a di R2 dan R3, panjang vektor ditentukan menggunakan dalil Pythagoras:
∣a∣=a12+a22(R2),∣a∣=a12+a22+a32(R3)
2. Norma dan vektor satuan
Norma: Panjang vektor a disebut norma, dinotasikan ∣a∣ atau ∥a∥.
Vektor satuan: Vektor satuan pada arah a adalah ea=∣a∣a, dengan ∣ea∣=1.
Jarak dua titik: Jarak antara ujung vektor a dan b adalah ∣a−b∣.
B. Perkalian Titik di R2 dan R3
1. Definisi perkalian titik
Perkalian titik (dot product) vektor a dan b:
a⋅b=∣a∣∣b∣cosθ
di mana θ adalah sudut terkecil antara a dan b, 0≤θ≤π.
2. Rumus dalam komponen
Dengan dalil cosinus pada ilmu ukur segitiga:
R3: a⋅b=a1b1+a2b2+a3b3
R2: a⋅b=a1b1+a2b2
3. Hubungan dengan sudut
Jika a=0 dan b=0:
θlancip⇔a⋅b>0
θtumpul⇔a⋅b<0
θsiku-siku⇔a⋅b=0
4. Sifat-sifat perkalian titik
Untuk a,b,c∈Rn dan k∈R:
a⋅b=b⋅a (komutatif)
a⋅(b+c)=a⋅b+a⋅c (distributif)
(ka)⋅b=k(a⋅b)
a⋅a>0 jika a=0; =0 jika a=0
C. Keortogonalan dan Proyeksi
1. Keortogonalana ortogonal pada b (a⊥b) jika dan hanya jika a⋅b=0. Setiap vektor ortogonal pada vektor nol.
2. Proyeksi ortogonal
Proyeksi a pada b:Pba=b⋅ba⋅bb=(a⋅eb)eb
Komponen orthogonal:a−Pba, karena (a−Pba)⋅b=0.
Kegiatan Belajar 2: Perkalian Silang di R3
A. Definisi Perkalian Silang
1. Definisi
Perkalian silang (cross product) dua vektor di R3 menghasilkan vektor:
a×b=(a2b3−a3b2,a3b1−a1b3,a1b2−a2b1)
2. Rumus determinana×b=ia1b1ja2b2ka3b3
Komponen ke-j diperoleh dari determinan matriks 2×2 setelah membuang kolom ke-j, dengan urutan siklis.
3. Vektor satuan baku
i×j=k, j×k=i, k×i=j (siklis searah jarum jam)
j×i=−k, k×j=−i, i×k=−j (berlawanan → negatif)
B. Sifat-Sifat Perkalian Silang
1. Sifat aritmetika
Untuk a,b,c∈R3 dan k∈R:
a×b=−b×a (anti-komutatif)
a×(b+c)=a×b+a×c (distributif)
k(a×b)=(ka)×b=a×(kb)
a×a=0
Perkalian silang tidak asosiatif: (i×i)×k=0, tetapi i×(i×k)=−k.
2. Hubungan perkalian titik dan silang
a⋅(b×c)=deta1b1c1a2b2c2a3b3c3
a⋅(a×b)=b⋅(a×b)=0 — artinya a×b⊥a dan ⊥b
∣a×b∣2=∣a∣2∣b∣2−(a⋅b)2
C. Luas Jajaran Genjang dan Aplikasi
1. Panjang dan luas∣a×b∣=∣a∣∣b∣sinθ
∣a×b∣ = luas jajaran genjang dengan titik sudut: origin, ujung a, ujung b, ujung a+b.
Luas segitiga = 21∣a×b∣.
2. Jarak titik ke garis
Jarak titik A ke garis g: d=∣b∣∣a×b∣, di mana a berpangkal pada titik di g menuju A, b sejajar g.
Kegiatan Belajar 3: Garis dan Bidang di R3
A. Persamaan Garis
1. Persamaan parameter garis
Garis melalui titik dengan vektor posisi a dengan vektor arah u=0:
r=a+tu,t∈R
2. Persamaan koordinat (simetri) garis
Dengan mengeliminasi parameter t (ketika u1,u2,u3=0):
u1x1−a1=u2x2−a2=u3x3−a3
Jika salah satu komponen uj=0, tulis langsung xj=aj.
B. Persamaan Bidang
1. Persamaan parameter bidang
Bidang melalui ujung vektor a dengan vektor arah u dan v:
r=a+su+tv,s,t∈R
2. Vektor normal dan persamaan normal bidang
Normal bidang:n=u×v, tegak lurus semua vektor di bidang.
Persamaan normal:n⋅(r−a)=0
Bentuk kartesius: n1x1+n2x2+n3x3=d
3. Menentukan persamaan bidang
Melalui 3 titik:a dari posisi satu titik, u dan v dari vektor antar titik, lalu n=u×v.
Memuat garis dan titik:a dari titik pada garis, u dari arah garis, v dari vektor ke titik luar.
Dua garis sejajar:u = arah bersama, v menghubungkan titik dari masing-masing garis.