TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Modul 5: Literasi Informasi
Kegiatan Belajar 1: Pengertian dan Model Literasi Informasi
A. Pengertian Literasi Informasi
1. Definisi
Literasi Informasi (LI): Kemampuan seseorang untuk mengenali kapan informasi diperlukan, serta memiliki kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang diperlukan secara efektif.
Ini adalah prasyarat untuk berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat informasi dan merupakan bagian dari hak asasi manusia untuk belajar sepanjang hayat.
2. Standar ACRL (Association of College and Research Libraries)
Seseorang yang literat informasi mampu:
Menentukan sifat dan cakupan informasi yang dibutuhkan.
Mengakses informasi secara efektif dan efisien.
Menilai informasi dan sumbernya secara kritis.
Memadukan informasi terpilih ke dalam basis pengetahuan dan sistem nilai.
Menggunakan informasi secara efektif untuk tujuan tertentu.
Memahami isu ekonomi, hukum, dan sosial terkait penggunaan informasi secara etis dan legal.
3. Elemen Literasi Informasi
Selain literasi informasi sebagai dasar, terdapat elemen pendukung lainnya:
Literasi Visual: Memahami dan menggunakan gambar/visual.
Literasi Media: Memahami dan menggunakan berbagai media (TV, radio, koran).
Literasi Komputer: Menghasilkan informasi melalui database komputer/teknologi informasi.
Literasi Digital: Memperoleh informasi melalui pustaka digital.
Literasi Jaringan: Menggunakan internet untuk mengakses informasi.
B. Model-Model Literasi Informasi
Model berfungsi sebagai panduan untuk melatih keterampilan literasi informasi secara sistematis.
1. The Big6
Dikembangkan oleh Michael B. Eisenberg dan Robert E. Berkowitz (1988), terdiri dari 6 tahapan pemecahan masalah:
Task Definition (Perumusan Masalah): Menentukan masalah dan informasi yang dibutuhkan.
Information Seeking Strategies (Strategi Pencarian): Menentukan dan memilih sumber terbaik.
Location and Access (Lokasi dan Akses): Menemukan sumber dan informasi di dalamnya (menggunakan OPAC, Search engine, dll).
Use of Information (Pemanfaatan Informasi): Membaca, mendengar, dan mengambil informasi yang relevan.
Synthesis (Sintesis): Mengorganisasikan dan mempresentasikan informasi dari berbagai sumber.
Evaluation (Evaluasi): Menilai hasil dan proses pemecahan masalah.
2. SCONUL (Seven Pillars Model)
Diterbitkan oleh SCONUL Inggris (2011), terdiri dari 7 pilar:
Identify (Mengidentifikasi kebutuhan informasi).
Scope (Mengetahui apa yang tersedia).
Plan (Merencanakan strategi pencarian).
Gather (Mengumpulkan informasi).
Evaluate (Mengevaluasi dan mereview).
Manage (Mengelola dan mengorganisir).
Present (Menyajikan dan menyebarkan).
(Catatan: Dalam modul disebutkan 7 pilar tanpa rincian nama pilar spesifik, namun diagram menunjukkan proses dari "Recognise information need" hingga "Synthesise and create" )
3. Empowering Eight (E8)
Menggunakan pendekatan pemecahan masalah dengan siklus:
Identify (Identifikasi topik/sasaran).
Explore (Eksplorasi sumber).
Select (Seleksi informasi).
Organise (Organisasi dan evaluasi).
Create (Penciptaan informasi baru).
Present (Presentasi/penyebaran).
Assess (Penilaian output).
Apply (Penerapan untuk masa depan).
4. Bruce’s Seven Faces of Information Literacy
Christine Bruce (1997) mengusulkan 7 konsepsi/wajah literasi informasi dalam pendidikan tinggi:
Information technology conception.
Information sources conception.
Information process conception.
Information control conception.
Knowledge construction conception.
Knowledge extension conception.
Wisdom conception.
Kegiatan Belajar 2: Fake News, UpStream, Read Literally
A. Penelusuran Web dan Verifikasi
1. Tantangan Informasi Digital
Banyak informasi di internet berupa fiksi atau fakta yang keliru (fake news).
Pengguna sering memilih informasi yang hanya sesuai dengan keyakinan mereka sendiri (bias konfirmasi), bukan berdasarkan kebenaran.
2. Keterampilan Verifikasi Online
Contoh Kasus: Membedakan American Academy of Pediatrics (organisasi profesional kredibel) dengan American College of Pediatricians (kelompok kebencian/protes).
Hasil Penelitian: Mahasiswa Stanford dan sejarawan sering gagal membedakan kredibilitas situs web dibanding pemeriksa fakta profesional (fact checkers).
Rahasia Pemeriksa Fakta: Mereka tidak hanya membaca konten situs secara vertikal, tetapi melakukan penelusuran lateral (membuka tab baru dan mencari informasi tentang organisasi tersebut di sumber lain seperti Wikipedia).
3. Teknik Penelusuran
Go UpStream to the Source: Menelusuri informasi sampai ke sumber aslinya. Jangan hanya percaya pada kutipan di situs sekunder (misal: situs Vultura mengutip CBC News, maka carilah artikel asli di CBC News untuk verifikasi).
Read Laterally (Membaca Lateral): Meninggalkan situs yang sedang dibaca untuk mencari referensi tentang situs tersebut di tempat lain guna mengetahui reputasi dan kredibilitasnya.
B. Penelusuran Media Sosial
1. Jenis Media Sosial
Social Bookmarking: Berbagi link dan tag (contoh: Pinterest, Reddit).
Social Network: Menjalin hubungan/interaksi (contoh: Facebook, LinkedIn).
Creating Opinion: Berbagi opini (blog, komentar).
2. Evaluasi Akun Media Sosial
Media sosial sering digunakan untuk menyebar ancaman, rasisme, atau informasi palsu melalui akun palsu (fake account).
Cara Mendeteksi Akun Palsu:
Reverse Image Search: Melakukan pencarian balik pada foto profil. Jika foto tersebut milik orang lain (misal: foto artis atau atlet yang diklaim sebagai milik pribadi), maka akun tersebut palsu.
Analisis Profil: Cek tanggal bergabung (akun baru yang mengklaim status ahli sering mencurigakan), rasio followers/following, dan pola postingan (menggunakan kalimat berulang atau bot).
Tanda Verifikasi: Akun tokoh publik asli biasanya memiliki tanda centang biru (verified).
3. Dampak Media Sosial
Positif: Mempererat silaturahmi, ruang pesan positif, informasi real-time, menambah wawasan, sarana penyebaran ideologi efektif.
Negatif: Penipuan, pornografi, prostitusi, berkurangnya interaksi tatap muka, kejahatan siber, dan budaya saling hujat.