TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Modul 7: Pendidikan Terbuka
Kegiatan Belajar 1: Keterbukaan Akses
A. Akses Terbuka bagi Pendidikan
1. Latar Belakang
Deklarasi Universal PBB tentang Hak Asasi Manusia (Pasal 26) menyatakan bahwa setiap orang berhak atas pendidikan. Pendidikan tinggi juga harus dapat diakses secara setara berdasarkan prestasi.
Di era digital, biaya replikasi konten digital hampir nol, namun masih banyak hambatan akses pendidikan (misal: 60% populasi usia 15-17 tahun di Sub-Sahara Afrika tidak bersekolah).
Biaya buku teks yang tinggi menjadi beban, bahkan melebihi PDB per kapita di negara miskin.
2. Kebutuhan Global
Terdapat permintaan besar akan pendidikan tinggi yang tidak tertampung oleh institusi yang ada.
Kombinasi internet terbuka dan lisensi konten terbuka menjadi solusi untuk mendistribusikan materi pembelajaran secara bebas dan luas.
3. Kebebasan Digital (Digital Freedom)
Merefleksikan semangat kolaborasi, berbagi (sharing), menggabungkan (remix), dan mengembangkan karya orang lain.
Konsep Hak Cipta yang restriktif sering menghalangi akses pengetahuan, terutama bagi masyarakat di negara berkembang.
B. Dimensi Keterbukaan
Terdapat lima dimensi keterbukaan yang saling terkait dalam pendidikan terbuka:
1. Akses Terbuka (Open Access/OA)
Gerakan global untuk memberikan akses tak terbatas ke hasil penelitian ilmiah (jurnal, tesis, buku).
Definisi: Literatur digital, online, gratis, dan bebas dari sebagian besar hambatan hak cipta serta lisensi (Peter Suber, 2015).
Prinsip: Ketersediaan gratis dan penggunaan tidak terbatas. Penulis tetap memiliki kontrol integritas karya dan hak untuk dikutip dengan benar.
2. Perangkat Lunak Terbuka dan Gratis (Free and Open Source Software/FOSS)
Perangkat lunak yang berlisensi terbuka untuk digunakan, disalin, dan didistribusikan kembali.
Kunci: Akses terhadap kode sumber (source code) agar pengguna bisa memodifikasi atau memperbaiki program.
Empat Kebebasan FOSS (Richard Stallman):
Kebebasan menjalankan program untuk tujuan apa pun.
Kebebasan mempelajari dan memodifikasi program (akses source code).
Kebebasan mendistribusikan salinan.
Kebebasan menyempurnakan program dan merilis perbaikannya ke publik.
3. Buku Teks Terbuka (Open Textbooks)
Buku teks yang diterbitkan di bawah lisensi terbuka, tersedia online gratis untuk digunakan oleh siswa dan guru.
Bisa diunduh, dicetak, atau dibeli versi cetaknya dengan harga terjangkau.
Contoh inisiatif: BCCampus Open Textbook Project (Kanada) dan OpenStax (Rice University, AS) yang berhasil menghemat biaya buku mahasiswa secara signifikan.
4. Kebijakan Terbuka (Open Policy)
Kebijakan pemerintah atau institusi yang mendorong agar sumber pembelajaran yang dibiayai dana publik harus dapat diakses secara terbuka oleh publik.
Contoh: Cape Town Open Education Declaration (2007) dan Paris OER Declaration (2012) yang mendorong negara-negara untuk mengadopsi kebijakan OER.
5. Model Bisnis Terbuka (Open Business Model)
Model bisnis yang berkelanjutan untuk produk/layanan gratis.
Contoh: OERu menggunakan model keanggotaan institusi. Pendapatan bukan dari uang kuliah siswa, tapi dari iuran anggota institusi mitra. Siswa hanya membayar jika membutuhkan layanan asesmen/sertifikasi.
6. Praktik Pendidikan Terbuka (Open Educational Practices/OEP)
Praktik pendidikan yang mendukung penggunaan, penggunaan kembali, dan produksi OER.
Melibatkan inovasi pedagogis yang memberdayakan peserta didik sebagai pencipta pengetahuan bersama (co-creator).
Kegiatan Belajar 2: Sumber Pembelajaran Terbuka (Open Educational Resources/OER)
A. Konsep Dasar OER
1. Filosofi
Berdasarkan pemikiran bahwa berbagi ide tidak mengurangi kepemilikan ide tersebut, melainkan melipatgandakannya (George Bernard Shaw).
Pengetahuan adalah barang publik, dan internet memberikan kesempatan untuk berbagi tanpa biaya signifikan.
2. Definisi OER
OER adalah bahan ajar, belajar, dan riset dalam media apa pun (digital/non-digital) yang berada di domain publik atau dirilis dengan lisensi terbuka yang mengizinkan akses, penggunaan, adaptasi, dan distribusi ulang secara gratis tanpa batasan atau dengan batasan terbatas (UNESCO, 2012).
Kata Kunci: "Terbuka" (Open) berarti bebas biaya (no-cost) dan kebebasan penggunaan (liberty).
B. Tiga Dimensi Ideal OER
Agar sebuah sumber daya disebut OER yang ideal, ia harus memenuhi tiga dimensi:
1. Dimensi Nilai Pendidikan
Harus tersedia secara gratis (tanpa biaya akses) dan memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memanfaatkannya.
2. Dimensi Nilai Pedagogik (Kerangka 5R)
Mengacu pada prinsip Open Content dari David Wiley, OER memberikan hak 5R kepada pengguna:
Retain: Hak untuk membuat, memiliki, dan mengendalikan salinan materi.
Reuse: Hak untuk menggunakan materi dalam berbagai konteks (misal: di kelas, video).
Revise: Hak untuk mengadaptasi, menyesuaikan, memodifikasi, atau menerjemahkan materi.
Remix: Hak untuk menggabungkan materi asli atau revisi dengan materi lain untuk membuat karya baru.
Redistribute: Hak untuk membagikan salinan materi asli, revisi, atau remix kepada orang lain.
3. Dimensi Teknologi
OER harus menggunakan format standar terbuka dan format yang mudah diedit.
Hindari format tertutup/komersial yang sulit dimodifikasi atau memerlukan perangkat lunak berbayar.
C. Pedagogi Berbasis OER (Open Pedagogy)
1. Pengertian
Praktik pembelajaran yang memanfaatkan kebebasan (5R) yang diberikan oleh OER untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
2. Manfaat
Akses: Memungkinkan siswa yang tidak mampu membeli buku teks untuk tetap bisa belajar.
Kualitas Pembelajaran: Menghindari tugas yang sekali pakai (disposable assignment). Guru dapat menerapkan asesmen terbuka di mana hasil karya siswa (misal: makalah, video, materi) dipublikasikan sebagai OER baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Jejaring Profesional: Melatih siswa mencari referensi, berkolaborasi, dan membangun jejak digital positif yang berguna untuk karier masa depan.