by FauziTIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menulis ucapan terima kasih dalam bisnis sangat penting untuk menjaga hubungan profesional dengan rekan kerja, pelanggan, maupun instansi. Berikut adalah prinsip utamanya:
Sebutkan Nama Penerima: Selalu tujukan surat kepada orang spesifik, jangan hanya mencantumkan nama organisasi.
Langsung pada Intinya (To the Point): Sampaikan maksud surat dengan jelas tanpa berbelit-belit.
Sopan dan Tulus: Gunakan bahasa yang santun dan pastikan pesan terasa jujur.
Spesifik: Sebutkan peristiwa atau alasan khusus mengapa Anda berterima kasih.
Akhiran Positif: Tutup surat dengan harapan untuk tetap menjalin hubungan di masa depan.
Mengirim surat ucapan terima kasih setelah wawancara kerja adalah sebuah keharusan untuk memberikan kesan positif.
Waktu Pengiriman: Harus dikirim secepat mungkin, maksimal dalam waktu 24 jam setelah wawancara selesai.
Media: Sekitar 70% manajer tidak keberatan jika ucapan ini dikirim melalui email.
Isi Surat: Sampaikan terima kasih atas waktu mereka, tunjukkan minat pada posisi tersebut, dan garis bawahi kembali kualifikasi utama Anda.
| Bagian Surat | Keterangan |
|---|---|
| Alamat Penulis | Ditulis di bagian kanan atas margin. |
| Tanggal | Ditulis di bawah alamat penulis. |
| Inside Address | Nama dan alamat lengkap penerima di bagian kiri. |
| Greeting | Gunakan "Dear Mr./Mrs. [Nama]". Jangan hanya menyebut jabatan tanpa nama. |
| Body of Letter | Terdiri dari pembuka (ucapan terima kasih), isi (kualifikasi/pengalaman), dan penutup (harapan). |
| Closing | Gunakan salam penutup formal seperti Sincerely, Sincerely yours, atau Cordially. |
Surat ini ditujukan kepada rekan, keluarga, atau kolega dekat untuk keperluan pribadi, seperti berterima kasih atas hadiah ulang tahun, bantuan belajar, atau kehadiran di pernikahan.
Sifat: Sangat personal dan tidak memiliki aturan baku yang kaku.
Media: Boleh ditulis tangan (disarankan menggunakan tinta hitam) atau dikirim melalui email.
Nama Penerima: Tetap harus mencantumkan nama penerima agar terasa akrab dan sopan.
Sebutkan Barangnya: Jika menerima hadiah berupa barang, sebutkan nama barang tersebut secara spesifik.
Rahasiakan Nominal Uang: Jika hadiah berupa uang tunai, TIDAK perlu menyebutkan jumlah nominalnya dalam surat.
Apresiasi Kehadiran: Tetaplah mengirim ucapan terima kasih kepada tamu yang hadir di acara Anda (seperti pernikahan) meskipun mereka tidak membawa hadiah.
Beberapa contoh ungkapan yang memberikan kesan akrab:
"You are the best."
"I am humbled and grateful."
"My heart is still smiling."
"You made my day."
"Your thoughtfulness is a gift I will always treasure."
Ringkasan Perbedaan Formal vs Informal
Catatan: Baik formal maupun informal, surat ucapan terima kasih bukanlah sekadar basa-basi, melainkan bentuk penghargaan nyata yang harus segera dikirimkan tanpa menunda-nunda.