TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Modul 1: Berketuhanan Yang Maha Esa
Kegiatan Belajar 1: Filsafat Ketuhanan
A. Pemikiran Manusia Tentang Tuhan
Pemikiran manusia mengenai Tuhan dan ketuhanan bersifat dinamis dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman serta daya nalar manusia. Hal ini memunculkan berbagai konsep ketuhanan:
1. Animisme, Dinamisme, Politeisme, dan Henoteisme
Dinamisme: Kepercayaan masyarakat primitif terhadap benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib (tuah) dan keramat. Benda-benda ini dijaga melalui persembahan agar tidak mendatangkan akibat negatif.
Animisme: Keyakinan bahwa setiap benda memiliki roh atau makhluk gaib. Sesajen diberikan agar roh tersebut tidak marah. Benda alam yang berjasa (pohon besar, hewan) dianggap sebagai Tuhan.
Politeisme: Peningkatan dari animisme/dinamisme. Menyederhanakan sesembahan dengan mengelompokkan benda sejenis di bawah koordinasi dewa/dewi (misal: Dewi Sri sebagai dewi kesuburan).
Henoteisme: Paham bahwa setiap bangsa memiliki satu Tuhannya sendiri yang berbeda dari bangsa lain (Satu bangsa, satu Tuhan).
2. Monoteisme
Paham yang meyakini hanya ada satu Tuhan penguasa alam semesta. Terbagi menjadi tiga:
Deisme: Tuhan menciptakan alam dengan sempurna, lalu berpisah dari alam (transcendent). Manusia mengatur segalanya sendiri (free will / Qadariah).
Panteisme: Tuhan menyatu dengan alam (immanent). Setiap bagian alam adalah Tuhan. Manusia diatur sepenuhnya oleh Tuhan (predestination / Jabariah).
Eklektisme: Gabungan deisme dan panteisme. Tuhan dekat dengan alam tapi tidak menyatu. Manusia sebagai perencana, Tuhan sebagai penentu.
B. Pengertian Tuhan Dalam Ajaran Islam
1. Allah sebagai Khalik (Pencipta)
Keberadaan Allah dibuktikan melalui ciptaan-Nya. Akal meyakini bahwa Pencipta (Khalik) berbeda dengan yang diciptakan (makhluk).
QS Az-Zumar (39): 62-63: Allah adalah pencipta dan pemelihara segala sesuatu.
QS Al-Baqarah (2): 255 (Ayat Kursi): Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya.
2. Sifat Allah
Zat Allah tidak terjangkau indera, namun sifat-Nya dikenalkan melalui Al-Asma' Al-Husna. Keesaan Allah (Tauhid) mencakup:
Keesaan Zat-Nya: Allah tidak terdiri dari unsur/bagian dan tidak membutuhkan apapun (QS Fāțir: 15, QS Asy-Syūrā: 11).
Keesaan Sifat-Nya: Substansi sifat Allah berbeda dengan makhluk, meski namanya sama (misal: sifat Rahim).
Keesaan Perbuatan-Nya: Segala sesuatu di alam adalah hasil perbuatan Allah (QS Yaa Siin: 83).
Keesaan dalam Beribadah: Hanya beribadah kepada Allah (QS Al-An'aam: 162).
3. Ma'rifatullah melalui Pikir dan Zikir
Mengenal Allah dapat ditempuh melalui dua cara yang harus seimbang (Ulil Albab):
Melalui Pikir: Menggunakan akal mengkaji alam semesta untuk menemukan hukum alam yang menunjukkan keagungan Pencipta (QS Al-Jaatsiyah: 13).
Melalui Zikir: Mengingat Allah (menyebut nama-Nya, berdoa, ibadah) untuk ketenteraman hati (QS Ar-Ra'd: 28).
4. Kekuasaan dan Perbuatan Allah
Perbuatan Allah meliputi penciptaan, pengembangan, dan pemeliharaan.
Proses Penciptaan: Ada yang bertahap (sunatullah, misal: kejadian manusia) dan ada yang cepat (mukjizat).
Karakteristik Ciptaan Allah:
Diciptakan dengan hak/benar (QS Yunus: 5-6).
Mengandung tanda-tanda kebesaran Allah (QS Ali Imran: 189-191).
Disaksikan dan diketahui Allah (QS Al-An'am: 59).
Berada di bawah kekuasaan-Nya (QS Al-Mulk: 21).
Kokoh, teratur, harmonis, dan seimbang (QS Taha: 50).
Bermanfaat dan tidak dapat ditiru manusia (QS Al-Baqarah: 26).
Kegiatan Belajar 2: Keimanan dan Ketakwaan
A. Keimanan
Definisi: Berasal dari aamana (percaya). Dalam Islam, iman adalah keterikatan antara kalbu, ucapan, dan perilaku. Identik dengan asyaddu hubban lillah (kecintaan luar biasa kepada Allah).
Struktur (Rukun) Iman:
Kalbu (Aqdun bil qalbi): Potensi psikis/akal memahami informasi.
Lisan (Iqrar bil lisan): Pernyataan ucapan.
Perbuatan (Amal bil arkan): Perilaku sehari-hari.
Jenis Iman:
Iman Negatif (Kufur): Percaya pada hal batil (jibt dan taghut).
Iman Positif: Percaya pada kebenaran (Allah, Rasul, Kitab, dll).
B. Implikasi Keimanan
Ciri-ciri orang beriman dalam sikap dan perilaku:
Tawakal: Menyerahkan aktivitas hidup hanya kepada Allah setelah berusaha (QS Al-Anfal: 2).
Mawas Diri & Ilmiah: Kritis, tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu (QS Al-Isra': 36).
Optimis: Yakin setiap kesulitan ada kemudahan, tidak putus asa (QS Yusuf: 87).
Konsisten & Menepati Janji: Memenuhi janji kepada Allah, manusia, dan lingkungan (QS Al-Ma'idah: 1).
Tidak Sombong: Rendah hati (QS Luqman: 31).
C. Pembinaan Iman
Proses membangun manusia seutuhnya sepanjang hayat, dipengaruhi lingkungan (keluarga, masyarakat, pendidikan).
Peran Keluarga: Sangat krusial dalam pembentukan awal.
Proses Pembentukan:
Pengenalan: Mengenal ajaran Allah (Al-Qur'an).
Pembiasaan: Melatih diri mengamalkan ajaran agar tumbuh cinta.
Aplikasi: Diwujudkan dalam Ibadah (Mahdlah/Ritual dan Ghairu Mahdlah/Sosial).
Tanda Orang Bertakwa (menurut Abu Laits): Lidah berzikir, hati bersih dari dengki, pandangan terjaga, perut dan tangan bebas dari yang haram, kaki tidak melangkah ke maksiat, taat murni karena Allah.
Dampak: Allah memberi jalan keluar dan rezeki tak terduga (QS Ath-Thalaaq: 2-3).