Modul 5: Agama sebagai Sumber Moral dan Akhlak Mulia dalam Kehidupan
by Fauzi
rangkumanut.my.id
TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Modul 5: Agama sebagai Sumber Moral dan Akhlak Mulia dalam Kehidupan
Kegiatan Belajar 1: Agama sebagai Sumber Moral
A. Pengertian Agama
Etimologi (Sanskerta):
a (tidak) + gama (kacau) = tidak kacau.
Atau a (cara) + gama (jalan) = cara menempuh keridaan Tuhan.
Etimologi (Lainnya):
Inggris (religion): dari Latin relegere (mengumpulkan atau membaca).
Arab (din): balasan, ketentuan, kekuasaan, taat, dan kebiasaan.
Terminologi: Undang-undang ilahi yang menjadi pedoman hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Tiga Sistem Utama Agama:
Sistem Kredo: Kepercayaan terhadap sesuatu yang mutlak.
Sistem Ritus: Tata cara peribadatan.
Sistem Norma: Kaidah pengatur hubungan manusia dengan sesama dan alam.
B. Klasifikasi Agama
Menurut Ahmad Abdullah al-Masdoosi, agama diklasifikasikan menjadi:
Wahyu dan Nonwahyu
Agama Wahyu: Berpokok pada keesaan Tuhan, lahir di Timur Tengah, bersifat misionaris (Contoh: Yahudi, Kristen, Islam).
Agama Nonwahyu: Tidak berpokok pada keesaan Tuhan, lahir di luar Timur Tengah, tidak bersifat misionaris (Contoh: Hindu, Buddha, Konfusianisme).
C. Pengertian Moral, Susila, Budi Pekerti, Akhlak, dan Etika
Moral: Dari Latin mores (adat). Ajaran tentang benar-salah/baik-buruk tindakan manusia berdasarkan kesadaran moral.
Susila: Dari Sanskerta su (baik) + sila (dasar). Aturan hidup yang baik.
Budi Pekerti: Perpaduan budi (kesadaran akal) dan pekerti (perilaku perasaan).
Akhlak: Dari Arab khuluq (tabiat/perangai). Sifat yang tertanam dalam hati yang menimbulkan perbuatan dengan mudah tanpa pemikiran (menurut Imam Ghazali).
Etika: Dari Yunani ethos. Ilmu filsafat tentang tingkah laku manusia dari segi nilai baik-buruk menurut akal.
D. Hubungan Moral, Susila, Budi Pekerti, Akhlak, dan Etika
Fungsi: Petunjuk membedakan baik dan buruk.
Sumber:
Etika: Rasio (akal).
Akhlak: Al-Qur'an dan Hadis.
Moral/Susila: Kebiasaan masyarakat.
Sifat:
Etika: Teoretis (mengkaji mengapa).
Moral/Susila/Akhlak: Praktis (menyatakan apa).
Akhlak Islam: Bersifat mutlak (wahyu) namun menghargai akal dan budaya ('urf) selama tidak bertentangan syariat (Al-'aadatu muhakkamah).
E. Agama sebagai Sumber Moral
Krisis Modernitas: Peradaban Barat yang memisahkan moral dari agama mengalami krisis karena moral akal bersifat relatif.
Perspektif Islam: Agama adalah sumber moral utama yang mutlak, permanen, dan universal.
Al-Qur'an: Sebagai hudan (petunjuk) dan al-furqan (pembeda) (QS Al-Baqarah: 185).
Sunnah: Teladan praktis moral (QS Al-Ahzab: 21). Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak.
Kegiatan Belajar 2: Akhlak Mulia dalam Kehidupan
A. Akhlak Mulia dan Akhlak Tercela
Akhlak Mulia (Mahmudah): Sesuai perintah Allah dan Rasul.
Akhlak Tercela (Madzmumah): Tidak sesuai ketentuan Allah dan Rasul.