TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Modul 6: IPTEKS dalam Pandangan Islam
Kegiatan Belajar 1: Iman, Ipteks, dan Amal sebagai Kesatuan
A. Iman
Definisi: Secara bahasa berarti membenarkan dalam hati. Menurut syariat, iman adalah membenarkan dan mengetahui adanya Allah dan sifat-sifat-Nya, disertai pelaksanaan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Keterpaduan: Hadis Nabi menjelaskan bahwa iman adalah keterikatan antara hati (mengetahui), lisan (mengucapkan), dan perbuatan. Iman identik dengan kepribadian manusia seutuhnya (kecerdasan, kemauan, keterampilan).
Konteks dalam Al-Qur'an:
Dirangkaikan dengan hal negatif (seperti jibti dan taghut) disebut kufur.
Dirangkaikan dengan hal positif (Al-Qur'an, Rasul, Hari Akhir) menunjukkan iman yang benar.
Ciri-ciri Orang Beriman (Mukmin):
Tawakal: Hati bergetar saat nama Allah disebut dan hanya bersandar kepada-Nya (QS Al-Anfal: 2).
Mawas Diri & Ilmiah: Kritis, tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu (QS Al-Isra: 36).
Optimis: Tidak berputus asa dari rahmat Allah (QS Yusuf: 87).
Konsisten: Menepati janji kepada Allah, manusia, dan lingkungan (QS Al-Ma'idah: 1).
B. Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS)
1. Ilmu Pengetahuan
Dalam Islam, ilmu mencakup pengetahuan (knowledge), sains (science), dan ilmu dalam "Lauh Mahfuz" (Al-Qur'an dan Sunnah).
Manusia dibekali potensi (pendengaran, penglihatan, akal) untuk menjadi khalifah.
Islam mewajibkan penggalian dan penyebaran ilmu. Allah meninggikan derajat orang berilmu (QS Al-Mujadilah: 11) dan mengancam penyembunyi ilmu (QS Al-Baqarah: 159).
2. Teknologi
Ilmu tentang cara menerapkan sains untuk kesejahteraan.
Al-Qur'an mendorong pemanfaatan alam yang telah ditundukkan (sakhkhara) oleh Allah (QS Al-Jatsiyah: 13).
Prinsip Pemanfaatan:
Mengingatkan akan kebesaran Allah.
Menempatkan manusia sebagai khalifah, bukan budak teknologi.
Hasil teknologi harus netral, tidak maksiat, dan bermanfaat.
Jika teknologi melalaikan, manusianya yang harus diarahkan, bukan teknologinya yang ditolak.
3. Seni
Ekspresi keindahan yang lahir dari fitrah manusia. Islam mendukung seni yang sejalan dengan kesucian fitrah.
Seni Islami: Menggambarkan keindahan wujud dari sudut pandang Islam (pertemuan kebenaran dan keindahan), tidak harus berbicara ajaran Islam secara langsung.
Seni budaya asing boleh diterima selama sejalan dengan pandangan Islam dan tidak mendorong kemungkaran.
C. Amal
Definisi: Pekerjaan atau perbuatan. Harus bernilai ibadah (mahdhah atau ghair mahdhah).
Syarat: Kerja keras, kerja cerdas (ilmu), dan kerja ikhlas (iman). Melahirkan konsep ilmu amaliah dan amal ilmiah.
Etos Kerja Islam:
Niat sebagai dasar nilai.
Konsep Ihsan (melakukan yang terbaik).
Bekerja sebagai bukti eksistensi.
Mukmin yang kuat lebih disukai Allah.
Kegiatan Belajar 2: Kewajiban Menuntut dan Mengamalkan Ilmu
A. Kewajiban Menuntut Ilmu Pengetahuan
Hukumnya fardhu (wajib), baik ilmu agama (ukhrawi) maupun duniawi yang bermanfaat (QS At-Taubah: 122).
Berpikir: Suatu keharusan. Orang yang tidak menggunakan akal dicela seperti binatang ternak (QS Al-Furqan: 44).
Prinsip Berpikir Ilmiah:
Berorientasi masa depan.
Integratif: Memandang masalah secara utuh.
Objektif: Sesuai data Al-Qur'an dan Sunnah.
Logis: Diterima akal sehat.
B. Mengamalkan Ilmu
Ilmuwan berdosa jika tidak mengamalkan ilmunya (fasik).
Amal Saleh: Perbuatan baik menurut wahyu dan bermanfaat menurut akal.
Iman, Ilmu, dan Amal saling terkait. Iman memotivasi ilmu untuk mewujudkan amal saleh. Orang beriman dan beramal saleh adalah sebaik-baik makhluk (QS Al-Bayyinah: 7).
Kegiatan Belajar 3: Tanggung Jawab Ilmuwan dan Seniman
A. Pengertian Tanggung Jawab
Disebut hisab (perhitungan). Setiap perbuatan dicatat malaikat dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat (QS Al-Baqarah: 202).
B. Prinsip Tanggung Jawab
Prinsip Amanah: Keahlian adalah titipan Allah untuk memakmurkan bumi (QS Hud: 61).
Prinsip Iman: Menuntut pembuktian lewat amal.
Prinsip Prestasi: Dinilai berdasarkan amal perbuatan (takwa), bukan keturunan/prestise (QS Al-Hujurat: 13).
C. Bentuk Tanggung Jawab
Menjaga kualitas amal, bekerja tepat waktu, dan tidak merugikan orang lain.
D. Tanggung Jawab Ilmuwan
Potensi (pendengaran, penglihatan, hati) akan dimintai pertanggungjawaban. Tanggung jawab meliputi:
Nilai Ibadah: Niat karena Allah.
Kebenaran Ilmiah: Berdasar ilmu (QS Al-Isra: 36).
Ilmu Amaliah: Mengamalkan ilmu.
Menyebarluaskan Ilmu: Tidak menyembunyikan kebenaran.
E. Tanggung Jawab Seniman
Seni adalah fitrah. Tanggung jawab meliputi:
Nilai Ibadah: Mendekatkan diri pada Allah.
Memperkokoh Keimanan: Tidak melalaikan.
Tidak Memicu Kemaksiatan: Tidak memfasilitasi hal yang dilarang.