TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Modul 9: Kerukunan dalam Keberagaman
Rangkuman Modul 9: Kerukunan dalam Keberagaman
Kegiatan Belajar 1: Agama adalah Rahmat dari Allah SWT bagi Seluruh Hamba-Nya
A. Islam Umum dan Islam Khusus
Berdasarkan QS Ali-Imran (3): 19, agama yang diridhai Allah adalah Islam.
Islam Umum: Ajaran tauhid yang dibawa oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.
Islam Khusus: Ajaran penyempurna yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Agama yang diturunkan kepada seluruh nabi adalah satu (Islam), meskipun syariatnya berbeda sesuai zaman.
Islam bersikap eksklusif dalam akidah, namun inklusif dan toleran dalam etika moral dan hubungan sosial.
B. Agama sebagai Fitrah Anugerah dari Tuhan
Kesadaran beragama adalah fitrah (anugerah Allah) yang kualitasnya sama pada setiap manusia; perwujudannya yang berbeda.
Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi semesta alam (QS Al-Anbiyaa': 107) dan menjadi teladan yang baik (uswatun hasanah).
C. Hubungan Anugerah Fitrah dengan Islam
Fitrah: Kemampuan bawaan mengenal Allah. Islam adalah agama yang sesuai fitrah (QS Ar-Ruum: 30).
Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, lingkungan (orang tua) yang memengaruhinya.
Terminologi Al-Qur'an terkait Fitrah:
Al-Din: Hubungan kepatuhan kepada Tuhan.
Al-Shibghah: "Celupan" warna fitrah tauhid dari Allah.
Al-Hanif: Lurus/condong pada kebenaran (tauhid).
Manusia telah bersaksi mengakui Allah sejak alam ruh (QS Al-A'raaf: 172).
D. Agama dan Tanggung Jawab Manusia
Manusia punya kebebasan memilih dan mengubah keadaannya (QS Ar-Ra'd: 11).
Kebebasan membawa konsekuensi tanggung jawab dan amanah yang berat (QS Al-Ahzab: 72).
Pilihan beriman atau kafir diserahkan kepada manusia dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat (QS Al-Kahfi: 29).
Kegiatan Belajar 2: Kerukunan Antar Umat Beragama
A. Persaudaraan Sesama Muslim
Al-Qur'an menegaskan sesama mukmin bersaudara (ukhuwwah) dalam QS Al-Hujuraat: 10.
Kode Etik Persaudaraan:
Tidak Saling Melecehkan: Yang dihina bisa jadi lebih baik (QS Al-Hujuraat: 11).
Tidak Berprasangka Buruk & Ghibah: Seperti memakan bangkai saudara sendiri (QS Al-Hujuraat: 12).
Saling Menolong: Saling melindungi (awliya') untuk mencegah kerusakan (QS Al-Anfaal: 72-73).
Menegakkan Perdamaian: Wajib mendamaikan perselisihan secara adil (QS Al-Hujuraat: 9).
Bersatu: Berpegang pada tali Allah, tidak bercerai-berai (QS Ali-Imran: 103).
B. Persaudaraan dan Kerukunan dengan Umat Non-Muslim
Seluruh manusia bersaudara karena berasal dari satu sumber (Adam) (QS An-Nisaa': 1).
Perbedaan bangsa/suku adalah untuk saling mengenal (ta'aruf) (QS Al-Hujuraat: 13).
Tidak ada keutamaan satu ras atas lainnya kecuali karena ketakwaan.
Etika Hubungan dengan Non-Muslim:
Tidak Toleransi dalam Akidah: "Untukmu agamamu, untukku agamaku" (QS Al-Kaafiruun: 6). Pengakuan eksistensi tanpa mencampuradukkan keyakinan.
Tidak Menghina Simbol Agama Lain: Agar mereka tidak membalas menghina Allah (QS Al-An'aam: 108).
Kerja Sama dalam Kebaikan: Boleh berbuat baik dan adil kepada non-muslim yang tidak memerangi (QS Al-Mumtahanah: 8).
Mencari Titik Temu (Kalimatun Sawa): Prinsip universal seperti mengesakan Tuhan (QS Ali-Imran: 64).
Berlomba dalam Kebaikan: Pluralitas adalah realitas untuk fastabiqul khairat (QS Al-Maai'dah: 48).