TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Basis Data dan Sistem Basis Data Kegiatan Belajar 1: Basis Data
Basis data merupakan kumpulan data terhubung yang disimpan bersama pada media penyimpanan elektronik. Perkembangan basis data dimulai dari penyimpanan manual di tahun 60-an hingga sistem terintegrasi modern.
A. Latar Belakang Basis Data
1. Masalah Penyimpanan Manual
Lemari arsip: Menyimpan dokumen dalam bentuk fisik (kertas), proses penelusuran lambat.
Solusi: Basis data menyimpan data secara elektronik, terintegrasi, dan terorganisir.
2. Alasan Organisasi Memerlukan Basis Data
Pengelolaan data besar: Basis data mampu menyimpan data dalam jumlah besar secara rinci.
Akurasi data: Fitur constraints dan default value check mencegah kesalahan input.
Manipulasi data: DML memudahkan proses INSERT, UPDATE, DELETE.
Keamanan data: Fitur login dan otorisasi menjaga data dari akses tidak sah.
Integritas data: Constraints menjaga konsistensi antar tabel.
B. Pengertian Basis Data
1. Definisi Basis Data
Basis: Markas, gudang, tempat berkumpul data.
Data: Representasi fakta dunia nyata (angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi).
Basis Data: Himpunan data saling berhubungan dan terorganisir, disimpan tanpa pengulangan tidak perlu.
2. Kriteria Basis Data
Berorientasi pada data dan dapat digunakan berbagai program aplikasi.
Dapat berkembang baik volume maupun strukturnya.
Redundansi minimal dan data dapat digunakan dengan cara berbeda.
C. Manfaat, Tujuan, Kelebihan, dan Kekurangan
1. Tujuan Basis Data
Speed: Kecepatan penyimpanan dan pemanggilan kembali data.
Space: Efisiensi ruang penyimpanan dengan meminimalisasi pengulangan.
Accuracy: Keakuratan melalui pengkodean dan relasi data.
Security: Penentuan hak akses pengguna.
Consistency: Perubahan data otomatis berlaku keseluruhan.
Sharebility: Data dipakai bersama oleh beberapa aplikasi.
Standardization: Standarisasi data melalui pengontrolan terpusat.
2. Kelebihan Basis Data
Kemandirian data: Digunakan berbagai aplikasi tanpa mengubah format.
Konsistensi: Data disimpan sekali, perubahan berlaku semua pengguna.
Aksesibilitas: Integrasi data lintas departemen.
Keamanan: Password dan hak akses (update, delete, insert, select).
Integritas: Constraints menjaga validitas dan konsistensi data.
3. Kekurangan Basis Data
Biaya mahal: Perawatan hardware, software, storage, jaringan.
Kompleks: Memerlukan pemahaman mendalam oleh DBA dan pengembang.
Biaya konversi: Perpindahan dari sistem lama memerlukan investasi besar.
D. Tingkatan Data dalam Database Relasi
1. Hierarki Data
Karakter: Bagian terkecil (numerik, huruf, karakter khusus).
Field/Attribute: Item data sejenis, disebut juga kolom.
Record/Tuple: Kumpulan data menjelaskan satu entity, disebut baris.
Table/Entity: Kumpulan record merepresentasikan objek (mahasiswa, dosen).
2. Sifat-sifat Tabel
Tidak boleh ada record yang sama/kembar.
Setiap field harus memiliki nama unik dan tipe data tertentu.
E. Operasi Dasar Basis Data
1. Operasi DDL
CREATE DATABASE: Membuat basis data baru.
DROP DATABASE: Menghapus basis data beserta tabelnya.
CREATE TABLE: Membuat tabel baru dengan definisi kolom dan tipe data.
DROP TABLE: Menghapus tabel beserta isinya.
2. Operasi DML
INSERT: Menambah data ke tabel.
SELECT: Mengambil/menampilkan data.
UPDATE: Mengubah data yang sudah ada.
DELETE: Menghapus data dari tabel.
Kegiatan Belajar 2: Konsep Sistem Basis Data dan DBMS
A. Sistem Basis Data
1. Komponen Sistem Basis Data
Hardware: Perangkat keras (komputer, server) sebagai media penyimpanan.
Software: DBMS (MySQL, Oracle, SQL Server).
Data: Kumpulan data yang disimpan dalam tabel-tabel terkait.
User: Administrator, programmer, dan end user.
Prosedur: Aturan dan instruksi pengelolaan basis data.
2. Pengertian DBMS
DBMS: Software pengelolaan basis data, menyediakan layanan definisi, manipulasi, dan kontrol akses data.
Fungsi: Membuat, membaca, mengubah, dan menghapus data secara terstruktur dan aman.
B. Keuntungan Sistem Basis Data
1. Pengendalian Data
Redundansi terkontrol: Mengurangi duplikasi data dengan integrasi file.
Konsistensi: Data menjadi lebih konsisten setelah reduksi.
Berbagi data: Banyak pengguna dapat berbagi data bersamaan.
Standar: Pemusatan kontrol memudahkan penerapan standar.
2. Akses dan Keamanan
Integritas: Aturan konsistensi diterapkan pada data.
Keamanan: Hanya pengguna berwenang yang dapat mengakses.
Skala: Menangani pertumbuhan data dan pengguna.
C. Abstraksi Data
1. Tiga Level Abstraksi
Physical Level: Bagaimana data disimpan secara fisik (blok, byte, indeks).
Logical Level: Struktur data dan hubungan antar tabel (entity, atribut, relasi).
View Level: Data ditampilkan kepada pengguna sesuai hak akses.
2. Instance dan Schema
Instance: Kumpulan data spesifik pada waktu tertentu (data aktual).
Schema: Struktur keseluruhan basis data (desain tabel, kolom, tipe data).
Schema fisik: Deskripsi penyimpanan fisik data.
Schema logis: Deskripsi struktur data pada level logis.
D. Model Data
1. Model Berbasis Objek
ER Model: Diagram entity, atribut, dan hubungan antar entity.
Objek Model: Digunakan dalam OOP (Object-Oriented Programming).
2. Model Berbasis Relasi
Tabel/Relasi: Data diorganisasi dalam baris dan kolom.
Primary Key: Atribut unik mengidentifikasi setiap record.
Foreign Key: Atribut penghubung antar tabel.
3. Normalisasi
Tujuan: Menghilangkan redundansi dan anomali data.
1NF: Setiap atribut berisi nilai atomik.
2NF: Memenuhi 1NF, tidak ada dependensi parsial.
3NF: Memenuhi 2NF, tidak ada dependensi transitif.
E. Arsitektur DBMS
1. Arsitektur Tiga Tier
Presentation Layer: Antarmuka pengguna (UI).
Application Layer: Logika bisnis dan pemrosesan data.
Database Layer: Penyimpanan dan pengelolaan oleh DBMS.
2. Jenis-jenis DBMS
Hierarki: Hubungan parent-child (pohon).
Jaringan: Memungkinkan hubungan many-to-many.
Relasional: Data dalam tabel dengan hubungan tertentu (paling umum).
Objek: Data disimpan sebagai objek seperti OOP.