TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Distribusi Peluang dan Sifat-sifatnya
Kegiatan Belajar 1: Distribusi Peluang
A. Variabel Random
Variabel random adalah aturan penetapan nilai numerik yang berkaitan dengan setiap hasil elementer suatu eksperimen. Dalam bahasa matematika, variabel random adalah fungsi bernilai real yang didefinisikan pada ruang sampel. Disebut "random" karena sebelum eksperimen dilakukan, nilai yang akan terjadi tidak dapat dipastikan.
Variabel random diskrit: variabel yang hanya menjalani nilai-nilai berhingga atau tak berhingga yang dapat disusun dalam barisan. Contoh: banyak muka dalam pelemparan koin, banyak kecelakaan per hari
Variabel random kontinu: variabel hasil pengukuran skala kontinu yang dapat menjalani semua nilai dalam suatu interval. Contoh: tinggi badan, berat, lama hidup pasien
Misalkan X = banyak muka dalam tiga pelemparan koin seimbang. Nilai X yang mungkin adalah 0, 1, 2, 3. Peristiwa {X=1} terdiri dari tiga hasil elementer, sehingga P(X=1)=3/8.
B. Distribusi Peluang Variabel Random Diskrit
Distribusi peluang (fungsi peluang) dari variabel random diskrit X adalah daftar semua nilai X yang berbeda bersama peluang yang berkaitan. Distribusi peluang ditulis f(xi)=P(X=xi) dan memenuhi dua sifat utama:
f(xi)≥0 untuk setiap xi
∑i=1kf(xi)=1 — jumlah semua peluang harus sama dengan 1
Distribusi peluang menggambarkan bagaimana total peluang 1 terbagi-bagi untuk berbagai nilai variabel random.
1. Histogram Peluang
Histogram peluang dibuat dengan menempatkan setiap nilai xi pada sumbu horizontal dan membuat persegi panjang tegak yang luasnya sama dengan f(xi). Total luas di bawah histogram selalu sama dengan 1. Bentuk histogram membantu mengungkapkan pola dalam distribusi peluang.
2. Menghitung Peluang Peristiwa
Distribusi peluang X dapat digunakan untuk menghitung peluang peristiwa yang dinyatakan dalam bentuk X. Misalnya untuk distribusi dengan nilai 0, 1, 2, 3, 4:
P(X≥2)=f(2)+f(3)+f(4)
P(X<2)=f(0)+f(1)
Distribusi peluang dapat ditentukan secara deduktif (menggunakan model peluang yang diketahui) atau secara empiris (menggunakan frekuensi relatif dari data survei). Distribusi frekuensi relatif berasal dari sampel dan bervariasi antar sampel, sedangkan distribusi peluang adalah model teoretis stabil untuk populasi.
Kegiatan Belajar 2: Beberapa Sifat Distribusi Peluang
A. Nilai Harapan (Mean) dan Deviasi Standar
1. Mean (Nilai Harapan) Populasi
Motivasi mean populasi berasal dari perbandingan dengan mean sampel. Jika dadu dilempar sangat banyak kali, frekuensi relatif mendekati peluang 1/6 untuk setiap titik. Mean populasi dihitung sebagai jumlah perkalian nilai dengan peluangnya:
E(X)=μ=∑xx⋅f(x)
Mean dinamakan juga nilai harapan, dilambangkan E(X) atau μ. Mean diinterpretasikan sebagai titik keseimbangan (titik berat) massa peluang — jika histogram dibuat dari lempeng baja, maka μ menunjukkan titik di mana lempeng seimbang.
2. Variansi dan Deviasi Standar
Variansi mengukur pemencaran distribusi peluang. Karena μ adalah pusat, variasi dinyatakan sebagai deviasi (X−μ):
σ2=Var(X)=∑x(x−μ)2⋅f(x)=E(X2)−μ2
σ=Var(X)
σ2 disebut variansi populasi dan σ disebut deviasi standar populasi.
B. Sifat-Sifat Mean dan Variansi
1. Sifat-Sifat Nilai Harapan
E(a)=a — harapan konstan adalah konstan itu sendiri
E(bX)=bE(X) — konstan dapat dikeluarkan dari tanda harapan
E(X+a)=E(X)+a
E(cX2+bX+a)=cE(X2)+bE(X)+a
E[g(X)±h(X)]=E[g(X)]±E[h(X)] — harapan bersifat aditif
2. Sifat-Sifat Variansi
Var(a)=0 — variansi konstan adalah nol
Var(X+a)=Var(X) — penjumlahan konstan tidak mengubah variansi
Var(bX)=b2Var(X) — konstan dikuadratkan keluar
Var(a+bX)=b2Var(X)
Sifat deviasi standar: ds(a)=0, ds(X+a)=ds(X), ds(bX)=∣b∣⋅ds(X).
3. Variabel Random Standar
Variabel random standar Z diperoleh dari transformasi linear:
Z=σX−μ
Z mempunyai mean 0 dan deviasi standar 1. Transformasi ini memindahkan dan menskalakan distribusi sehingga tanpa satuan.
C. Pertidaksamaan Chebyshev
Pertidaksamaan Chebyshev memberikan batas atas peluang bahwa variabel random menyimpang dari mean-nya. Untuk sebarang konstan k>0:
P(∣X−μ∣≥kσ)≤k21
atau ekuivalen:
P(∣X−μ∣<kσ)≥1−k21
Interpretasi: semakin besar k, semakin kecil peluang X menyimpang dari μ sejauh k kali deviasi standar
Berlaku untuk distribusi apapun — tidak memerlukan asumsi bentuk distribusi tertentu
Sifat konservatif: batas atas 1/k2 sering kali jauh lebih besar dari peluang sebenarnya
Contoh: jika μ=12 dan σ=2, untuk k=3:
P(∣X−12∣>6)=P({X>18} atau {X<6})≤91≈0.111
Kegiatan Belajar 3: Distribusi Peluang Bersama
A. Distribusi Peluang Bersama Dua Variabel Random
Ketika dua variabel random X dan Y diamati bersamaan dari satu eksperimen, kita memerlukan distribusi peluang bersama:
f(x,y)=P(X=x,Y=y)
Distribusi ini memenuhi: f(x,y)≥0 untuk semua (x,y) dan ∑x∑yf(x,y)=1.
Contoh: Dua bola diambil random dari kotak berisi bola merah, biru, hijau. Jika X = banyak bola merah dan Y = banyak bola biru, maka distribusi bersama f(x,y) memuat peluang semua kombinasi (x,y) yang mungkin.
B. Distribusi Marginal dan Bersyarat
1. Distribusi Marginal
Dari distribusi bersama, distribusi marginal masing-masing variabel diperoleh dengan menjumlahkan atas variabel lain:
g(x)=∑yf(x,y)h(y)=∑xf(x,y)
Distribusi marginal g(x) dan h(y) masing-masing adalah distribusi peluang X dan Y secara terpisah.
2. Distribusi Bersyarat
Distribusi peluang bersyarat X jika diketahui Y=y:
f(x∣y)=h(y)f(x,y),h(y)=0
Demikian pula distribusi bersyarat Y jika diketahui X=x:
f(y∣x)=g(x)f(x,y),g(x)=0
3. Independensi
X dan Y dikatakan independen jika dan hanya jika:
f(x,y)=g(x)⋅h(y)untuk semua (x,y)
Jika hubungan ini tidak berlaku untuk minimal satu pasangan (x,y), maka X dan Y tidak independen.
C. Kovariansi dan Koefisien Korelasi
1. Sifat-Sifat Nilai Harapan Bersama
E(X+Y)=E(X)+E(Y) — berlaku untuk semua X,Y
E(XY)=E(X)⋅E(Y) — berlaku khusus jika X dan Y independen
2. Kovariansi
Kovariansi mengukur hubungan linear antara dua variabel random:
σXY=Kov(X,Y)=E[(X−μX)(Y−μY)]=E(XY)−μXμY
Positif:X tinggi berkaitan dengan Y tinggi
Negatif:X tinggi berkaitan dengan Y rendah
Nol: tidak ada hubungan linear (jika independen maka kovariansi nol, tetapi sebaliknya belum tentu)
3. Variansi Jumlah/Selisih
Var(aX+bY)=a2Var(X)+b2Var(Y)+2abKov(X,Y)
Var(aX−bY)=a2Var(X)+b2Var(Y)−2abKov(X,Y)
Jika X dan Y independen (kovariansi = 0): Var(aX+bY)=a2Var(X)+b2Var(Y).
4. Koefisien Korelasi
Koefisien korelasi menstandarisasi kovariansi sehingga bernilai antara −1 dan +1:
ρ=Korr(X,Y)=σX⋅σYKov(X,Y)
Nilai +1 atau −1 tercapai jika X dan Y berhubungan linear sempurna
Koefisien korelasi tidak berubah jika konstan ditambahkan atau variabel dikalikan konstan bertanda sama