TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Distribusi Normal dan Distribusi Peluang
Kegiatan Belajar 1: Model Peluang Variabel Random Kontinu
A. Distribusi Peluang Kontinu
Variabel random kontinu dapat menjalani setiap nilai dalam suatu interval, diukur dengan skala kontinu seperti berat, panjang, dan temperatur. Konsep distribusi peluang kontinu dimotivasi dari histogram frekuensi relatif: dengan bertambahnya observasi dan mengecilnya interval kelas, histogram mendekati kurva halus yang disebut kurva kepadatan peluang.
1. Fungsi Kepadatan Peluang
Fungsi kepadatan peluang f(x) menggambarkan distribusi peluang variabel random kontinu X dan mempunyai sifat:
f(x)≥0 untuk semua x
Luas total di bawah kurva = 1
P(a<X<b) = luas di bawah kurva antara a dan b
Penting: f(x) bukan peluang langsung. Peluang pada satu titik selalu nol: P(X=x)=0. Untuk distribusi kontinu, hanya peluang interval yang bermakna. Akibatnya:
P(a≤X≤b)=P(a<X<b)=P(a<X≤b)=P(a≤X<b)
2. Menghitung Peluang Interval
P(a<X<b)=luas ke kiri dari b−luas ke kiri dari a
P(X>b)=1−luas ke kiri dari b
B. Distribusi Normal
Distribusi normal merupakan distribusi yang paling penting dalam statistika. Kurva berbentuk gunung simetrik dengan parameter μ (mean) dan σ (deviasi standar).
1. Fungsi Kepadatan Normal
f(x)=σ2π1e−2σ2(x−μ)2,−∞<x<∞
di mana π≈3,1416 dan e≈2,7183.
Notasi: X∼N(μ;σ2).
2. Ciri-Ciri Distribusi Normal
Kurva simetrik terhadap mean μ (puncak gunung)
Tinggi kurva tidak pernah nol, tetapi mendekati nol di kedua ekor
Menggeser μ hanya menggeser posisi pusat kurva tanpa mengubah bentuk
Mengubah σ mengubah tinggi maksimum dan lebar kurva: σ kecil → kurva lebih runcing dan terkonsentrasi di sekitar μ
3. Aturan Empiris (68-95-99.7)
P(μ−σ<X<μ+σ)=0,683
P(μ−2σ<X<μ+2σ)=0,954
P(μ−3σ<X<μ+3σ)=0,997
C. Distribusi Normal Standar
Distribusi normal dengan μ=0 dan σ=1 disebut distribusi normal standar, ditulis N(0;1). Variabel normal standar dilambangkan Z.
1. Menggunakan Tabel Normal Standar
Tabel normal memberikan luas ke kiri dari nilai z tertentu: P(Z<z).
P(Z<0)=0,5 — sifat simetri
P(Z<−z)=P(Z>z)=1−P(Z<z) — sifat simetri
P(a<Z<b)=P(Z<b)−P(Z<a)
Contoh: P(Z<1,37)=0,9147, maka P(Z>1,37)=1−0,9147=0,0853.
Kegiatan Belajar 2: Hitungan Peluang dengan Distribusi Normal
A. Transformasi ke Normal Standar
Setiap distribusi normal dapat ditransformasikan ke normal standar. Jika X∼N(μ;σ2) maka:
Z=σX−μ∼N(0;1)
Aturan umum untuk menghitung peluang:
P(a<X<b)=P(σa−μ<Z<σb−μ)
1. Contoh Penerapan
Jika X∼N(60;16) (artinya σ=4), maka:
P(55<X<63)=P(455−60<Z<463−60)=P(−1,25<Z<0,75)
=0,7734−0,1056=0,6678
2. Mencari Persentil
Untuk mencari persentil ke-p dari N(μ;σ2): cari zp dari tabel normal standar, lalu konversi:
Xp=μ+σ⋅zp
B. Pendekatan Normal untuk Binomial
Jika n besar dan p tidak terlalu dekat 0 atau 1, distribusi binomial mendekati distribusi normal.
1. Syarat Pendekatan
Jika np dan n(1−p) keduanya besar (misalnya >15), maka:
Xbinomial≈N(np;np(1−p))
Z=np(1−p)X−np≈N(0;1)
2. Koreksi Kontinuitas
Karena variabel binomial diskrit sedangkan normal kontinu, untuk pendekatan yang lebih akurat digunakan koreksi kontinuitas: P(a≤X≤b)≈P(a−0,5<X<b+0,5).
C. Memeriksa Berlakunya Model Normal
1. Grafik Skor-Normal
Langkah pembuatan grafik skor-normal:
Urutkan data sampel dari terkecil ke terbesar
Dapatkan skor-normal: nilai z yang membagi N(0;1) menjadi interval berpeluang sama 1/(n+1)
Pasangkan observasi terurut ke-j dengan skor-normal terurut ke-j
2. Interpretasi
Pola garis lurus → mendukung model normal
Kecenderungan lengkung → menunjukkan penyimpangan dari normal
3. Transformasi untuk Mendekati Normal
Jika data tidak normal, transformasi dapat membantu:
Membuat nilai besar lebih besar:x2
Membuat nilai besar lebih kecil:x, 3x, lnx, 1/x
Pemilihan transformasi bersifat coba-coba. Jika histogram ekor panjang ke kanan, pertimbangkan x atau lnx.
Kegiatan Belajar 3: Distribusi Sampling
A. Parameter dan Statistik
Parameter: ciri numerik populasi yang konstan tetapi tidak diketahui (contoh: μ, σ, p)
Statistik: kuantitas yang dihitung dari data sampel, berubah-ubah antar sampel (contoh: Xˉ, S)
Statistik adalah sumber informasi tentang parameter, tetapi nilainya bervariasi dalam pengambilan sampel yang berulang-ulang.
B. Distribusi Sampling Mean
Karena statistik berubah-ubah antar sampel, statistik adalah variabel random yang mempunyai distribusi peluang sendiri. Distribusi peluang suatu statistik disebut distribusi sampling.
1. Mean dan Deviasi Standar Xˉ
Untuk sampel random berukuran n dari populasi dengan mean μ dan deviasi standar σ:
E(Xˉ)=μ(mean sampling = mean populasi)
Var(Xˉ)=nσ2⇒ds(Xˉ)=nσ
Variabilitas Xˉ dikendalikan oleh σ (variabilitas populasi) dan n (ukuran sampel)
Semakin besar n, semakin kecil ds(Xˉ) dan distribusi Xˉ semakin terpusat di sekitar μ
C. Teorema Limit Pusat
1. Jika Populasi Normal
Jika populasi berdistribusi N(μ;σ2), maka Xˉtepat berdistribusi normal:
Xˉ∼N(μ;nσ2)
2. Teorema Limit Pusat (Central Limit Theorem)
Jika populasi tidak normal tetapi n cukup besar, maka Xˉmendekati distribusi normal:
Xˉ≈N(μ;nσ2)untuk n besar
Teorema ini sangat penting karena memungkinkan penggunaan distribusi normal untuk inferensi tentang μ meskipun distribusi populasi tidak diketahui bentuknya, asalkan ukuran sampel cukup besar.
3. Sampel Random
Observasi X1,X2,…,Xn disebut sampel random berukuran n dari distribusi populasi jika observasi-observasi tersebut independen dan masing-masing berdistribusi sama seperti populasi. Untuk populasi besar dengan sampel relatif kecil, sampel tanpa pengembalian dapat dianggap sebagai sampel random.