TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Membandingkan Dua Perlakuan
Kegiatan Belajar 1: Inferensi dengan Dua Sampel Independen
A. Inferensi Mean
1. Konsep Rancangan Percobaan
Dalam studi komparatif, terdapat dua rancangan dasar untuk membandingkan dua perlakuan:
Sampel independen: subjek dibagi menjadi dua kelompok secara random, satu kelompok menerima perlakuan 1 dan kelompok lain perlakuan 2. Respons kedua kelompok tidak berkaitan
Sampel berpasangan: subjek dipilih dalam pasangan yang serupa, lalu satu anggota tiap pasangan secara random menerima perlakuan 1 dan yang lain perlakuan 2
Istilah: perlakuan (hal yang dibandingkan), unit/subjek percobaan (yang dikenai perlakuan), respons (karakteristik yang dicatat)
2. Inferensi Selisih Dua Mean — Sampel Besar (n1,n2>30)
Parameter yang diminati: μ1−μ2 (selisih mean dua populasi). Jika kedua sampel besar:
Uji hipotesisH0:μ1−μ2=δ0: tolak H0 jika ∣Z∣>Zα/2 (dua sisi), Z>Zα (sisi kanan), atau Z<−Zα (sisi kiri)
Tidak diperlukan asumsi bentuk distribusi populasi
Contoh: membandingkan umur menikah pertama dua kelompok etnik (n1=n2=100, Xˉ=20,7, Yˉ=18,5, s1=6,3, s2=5,8): interval 95% untuk μ1−μ2 adalah (0,52;3,88).
3. Inferensi Selisih Dua Mean — Sampel Kecil
Untuk sampel kecil diperlukan anggapan tambahan:
Kedua populasi normal dengan N(μ1;σ2) dan N(μ2;σ2)
Variansi populasi sama (σ12=σ22=σ2)
Variansi bersama ditaksir dengan penaksir gabungan (pooled estimator):
Uji H0:p1=p2: gunakan proporsi gabungan p^=n1+n2X+Y sebagai taksiran bersama p
Z=p^(1−p^)(n11+n21)p^1−p^2
Keabsahan sangat bergantung pada randomisasi siswa/objek ke dalam dua kelompok
B. Inferensi dengan Dua Sampel Berpasangan
1. Rancangan Berpasangan (Paired Design)
Subjek dipilih dalam pasangan yang serupa, kemudian perlakuan dibagikan secara random dalam tiap pasangan. Selisih di=Xi−Yi dihitung untuk tiap pasangan, lalu dianalisis sebagai satu sampel.
Keuntungan: menghilangkan sumber variasi antar-blok sehingga memperjelas efek perlakuan
Kerugian: kehilangan derajat bebas (db = n−1 dibanding 2n−2 untuk sampel independen)
Kompensasi: jika pemasangan efektif, pengurangan variansi selisih biasanya lebih besar dari kerugian derajat bebas
2. Prosedur Inferensi untuk Mean Selisih δ
Anggap d1,d2,…,dn adalah sampel random dari N(δ;σd2). Hitung dˉ=n1∑di dan sd2=n−1∑(di−dˉ)2.
Interval kepercayaan100(1−α)% untuk δ:
dˉ±tα/2⋅nsddengan db=n−1
Uji hipotesisH0:δ=δ0:
t=sd/ndˉ−δ0dengan db=n−1
Untuk n besar: anggapan normal tidak diperlukan, gunakan Z=sd/ndˉ−δ0 yang mendekati N(0;1)
Contoh: studi pengaruh pil terhadap tekanan darah (n=15): dˉ=8,80, sd=10,98. Interval 95% untuk δ = (2,72;14,88). Uji H0:δ=0 menghasilkan t=2,84>1,761, maka H0 ditolak — pil terbukti menurunkan tekanan darah.
Randomisasi perlakuan dalam tiap pasangan tetap diperlukan untuk menghindari bias sistematik