TIPS: Rangkuman ini hanya sebagai pemahaman secara umum. Pastikan Anda juga membaca BMP (Buku Materi Pokok) versi cetak atau digital di Ruang Baca Virtual (RBV) untuk pemahaman lebih mendalam.
DILARANG: Memperjualbelikan seluruh konten atau latihan soal yang terdapat di portal ini. Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Modul 1: Pengenalan Sistem Operasi
Kegiatan Belajar 1: Pengertian Sistem Operasi
Pendahuluan Sistem Komputer
Secara umum, sistem komputer terdiri dari empat komponen utama:
Hardware (Perangkat Keras): Sumber daya dasar yang mencakup CPU, memori, perangkat I/O, dan sistem bus.
Sistem Operasi: Antarmuka (interface) yang menghubungkan pengguna dengan perangkat keras.
Program Aplikasi: Sarana bagi pengguna untuk memanfaatkan sumber daya komputer (contoh: compiler, basis data, games).
Pengguna (User): Pihak yang menggunakan sistem.
Tingkatan Pengguna:
Pemakai Awam: Berinteraksi langsung dengan program aplikasi.
Programmer: Menggunakan utilities untuk mengembangkan aplikasi dengan instruksi bahasa mesin.
Designer Sistem Operasi: Memahami cara kerja hardware secara mendalam.
Definisi Sistem Operasi
Terdapat tujuh definisi utama mengenai sistem operasi:
Pengontrol Hardware: Perangkat lunak yang mengontrol perangkat keras.
Fasilitator Hardware: Program yang mempermudah penggunaan perangkat keras.
Pengatur Kerja Hardware: Mengatur kerja perangkat keras untuk melayani permintaan pengguna.
Manajer Sumber Daya (Resource Manager): Mengatur dan mengalokasikan sumber daya (memori, printer, dll).
Program Pengontrol: Mengontrol eksekusi program lain.
Kernel: Program inti yang terus beroperasi selama komputer hidup.
Penjaga (Guardian): Menjaga sistem komputer dari berbagai ancaman.
Peran Sistem Operasi (Anderson & Dahlin, 2014)
A. Referee (Wasit)
Mengelola sumber daya bersama.
Mengisolasi aplikasi agar bug tidak menyebar.
Melindungi dari virus dan menentukan prioritas akses.
B. Illusionist (Ilusionis)
Menyembunyikan kompleksitas hardware.
Menciptakan ilusi memori tak terbatas dan prosesor eksklusif untuk setiap aplikasi.
C. Glue (Perekat)
Menyediakan layanan umum untuk berbagi antar aplikasi (contoh: copy-paste).
Menyediakan antarmuka pengguna yang seragam dan memisahkan aplikasi dari detail I/O.
Fungsi dan Tujuan Lain
Resource Allocator: Mengalokasikan sumber daya secara efisien dan adil.
Control Program: Mencegah kesalahan dan penyalahgunaan komputer.
Device Driver: Kode program khusus untuk komunikasi dengan perangkat I/O tertentu.
Tujuan: Menyediakan lingkungan eksekusi program, kenyamanan, dan efisiensi hardware.
Kegiatan Belajar 2: Sejarah Sistem Operasi
Evolusi Berdasarkan Generasi
Generasi ke-nol (1940): Menggunakan tabung hampa, operasi manual (plugboards), belum ada OS.
Generasi ke-satu (1950): Menggunakan transistor, batch system, dan punch card.
Generasi ke-dua (1960): Menggunakan IC. Muncul konsep Multiprogramming, Multiprocessing, Spooling, dan Time Sharing.
Generasi ketiga (1970): Menggunakan VLSI. Sistem General Purpose yang kompleks dan mahal.
Generasi keempat (1970-an - Sekarang): Era PC, Jaringan Komputer, dan GUI (User Friendly).
Jenis-Jenis Sistem Operasi
A. Sistem Awal (Serial Processing)
Programmer merangkap operator, debug manual lewat konsol.
B. Sistem Batch Sederhana
Mengumpulkan job sejenis untuk dieksekusi guna mengurangi waktu idle CPU.
Resident Monitor: Program kecil untuk transfer kontrol otomatis antar job.
Overlap I/O & CPU: Menggunakan off-line process dengan tape drive.
C. Sistem Multiprogramming
Beberapa job dimuat di memori utama. CPU beralih ke job lain saat satu job menunggu I/O.
D. Sistem Time-Sharing (Multitasking)
Waktu proses dibatasi quantum time. Memungkinkan interaksi langsung pengguna dengan sistem.
E. Sistem Multiprocessing (Tightly Coupled)
Memiliki lebih dari satu prosesor.
Symmetric: Semua prosesor menjalankan OS yang sama.
Asymmetric: Satu prosesor master mengatur prosesor slave.
F. Sistem Personal Computer (PC)
Dirancang untuk single user, mengadopsi teknologi mainframe.
G. Sistem Paralel
Multiprocessor dalam satu sistem untuk meningkatkan throughput, kehandalan, dan hemat biaya.
H. Sistem Terdistribusi (Loosely Coupled)
Setiap prosesor punya memori dan clock sendiri. Unggul dalam berbagi sumber daya dan kehandalan.
I. Sistem Real-Time
Hard Real-Time: Tugas kritis harus selesai tepat waktu (tanpa toleransi).
Soft Real-Time: Prioritas tinggi pada tugas kritis tanpa jaminan waktu absolut (contoh: multimedia).
J. Mobile Computing
Komputasi pada perangkat portabel (Smartphone/Tablet).